Pesugihan Genderuwo
Tapi ada sesuatu yang aneh dalam caranya.
Sambil memberikan kantung emas itu, bibir Bagas bergerak pelan, mengucapkan sesuatu.
"Berikan harta, tukar nyawa! Berikan harta, tukar nyawa" bisiknya, berulang-ulang. Suaranya begitu lirih dengan menggunakan bahasa Jawa, tapi cukup jelas terdengar oleh salah satu petani yang berdiri paling dekat.