Asistenku Membuatku Tak Karuan
Ghea menaikkan alisnya, menunggu Kalandra menyelesaikan kalimatnya.
“Sama seperti kamu tadi. Begitu minum yang manis dan melihat pemandangan di luar, suasana hatimu bisa jadi lebih baik, kan? Istimewanya di itu. Kafe ini menyediakan tempat, dan kopinya adalah alasan agar mereka bisa diterima saat ingin menyendiri.”
“Teorimu terlalu banyak,” komentarnya. Padahal di dalam hatinya, dia membenarkan ucapan itu.