Diabaikan Berujung Penyesalan
"Nak, aku tahu kamu marah, tapi jangan lampiaskan pada ibumu atau bayi itu."
Aku tertawa dengan hampa, dingin, tajam, dan rusak.
"Kalian nggak tahu apa-apa." Suaraku parau.
"Bayi yang kalian paksa keluar dari perut Isabel ... itu cucu kandung kalian yang sebenarnya."
Suasana hening, mencekam, dan menyesakkan.
Aku tertawa lagi, lebih keras. Suara yang begitu gila sampai aku sendiri merasa takut.