Tulang Rusuk
MaharKudan sebenarnya aku tak diamketika istri pendiamku berubah bar-barkabur matanya karena hendak pingsanlirik perasaan wanita
Dia sedang kuliah di Jogja saat ini.
"Mau, ya, tak kenalkan?"
Aku mengangguk pelan, menunduk malu, wajah menghangat, mungkin merona sempurna, karena melihat wajah si Mbah yang sumringah, sambil meminum kopi di cangkirnya. Mbah putri memelukku sembari terkekeh. "Mbah putri pingin segera menimang cucu buyut dari cucu perempuan satu-satunya di keluarga ini," lanjut Mbah putri sembari melihat gorengan pisang di wajan.
人気のチャプター