MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
Suara Bu Ratmi yang menangis histeris, suara Aris yang mencoba menenangkan, dan suara Pakde Mulyo yang menyumpah-nyumpah soal "istri akhir zaman"
Kinan duduk di belakang pintu, merosot hingga ke lantai. Tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak sekuat yang ia perlihatkan tadi. Air matanya jatuh juga. Sakit sekali rasanya dikeroyok oleh keluarga orang yang paling kita cintai. Ia teringat ibunya di kampung. Ibunya yang selalu bilang, "Sabar ya Nduk, surga istri ada di suami."
Kinan berbisik dalam hati, "Bu, kalau surga itu rasanya sesesak ini, Kinan lebih baik jalan di bumi saja sendirian."