Baginda, Tuan Putri Merayumu
"Jadi... jadi kau mengatakan bahwa jiwa Yasmin menolak pulang ke dunianya demi kembali ke Pervane? Dan sekarang salah satu dari mereka telah mengambil alih raga itu?"
"Benar, Yang Mulia," sahut Fatim, perlahan bangkit berdiri dengan bertumpu pada tongkat kayunya. "Ikatan batin yang Anda pancarkan tadi sempat terbagi dua. Ketika Anda bimbang, Yasmin merasakan panggilan itu, dan ketika Anda membulatkan tekad, Yasmina juga menerobos maju. Salah satu dari mereka telah memenangkan raga tersebut, namun hamba tidak bisa melihat siapa jiwa."
Sebelum Ohmad sempat melontarkan pertanyaan lebih lanjut untuk meredakan kepanikannya, pintu aula utama istana tiba-tiba diketuk dengan sangat keras dari luar.