Dewa Iblis Gerbang Neraka
Ilusi begitu nyata, begitu sempurna, hingga mustahil membedakan mana dirinya yang asli.
“Perkuat ilusi! Jangan beri celah!” teriak seorang kultivator dari garis depan, suaranya menggema seperti ledakan genderang perang. Cahaya dari tongkat spiritualnya menyalur ke jaring formasi.
Mantra-mantra bersahutan, seperti paduan suara yang dipaksa nyaring dalam kekacauan.
Dari belakang barisan, Immortal tertua—wajahnya sudah nyaris transparan karena usia dan kultivasi tinggi—mengerutkan alis. Suaranya seperti desis napas terakhir seseorang sebelum ajal,