KKN Di Desa Metanoia
Penjara, hanya satu kata yang dapat mendeskripsikan tempat dengan segala yang terjadi di dalamnya.
"Sampai jumpa di sana," ucap Ditta mencium pipi Erina bergantian, usai melihat putrinya itu dipakaikan borgol oleh pihak berwenang.
Terulum kecil senyum Erina, meski dalam benak jelas wanita desa itu berpikir tentang mengerikannya orang kota, dan tentang ketidakadilan. Tapi kesabaran mahasiswa dan keluarganya menjelaskan kondisi hukum berlaku, sudah cukup untuk membantu Erina menerima jalan hidupnya.