No, it's You!
Pikirnya.
So, dia sudah membikin keputusan besar tanpa kekompakan antara si otak dan si mulut. Refleks Sabrina mencari nomor Teddy di layar handphonenya, harus bilang ke Teddy. Dia adalah orang tempat Sabrina berbicara kalau sedang sedih, gembira atau ada kejadian konyol seperti sekarang. Oh wait, jangan telpon. Bagaimana kalau Teddy cemburu. Pikirnya lagi, sembari mengerutkan alis. Tetapi bagaimana bisa cemburu, dia tidak selingkuh atau apa. It was only a business talk, pikir Sabrina mencoba menenangkan diri sendiri. Business talk! Dia mencoba menekankan pemikiran itu ke dalam otaknya, seolah – olah akan berhasil mebuat dia lebih tenang.
Hot Chapters