Adik Ipar Malang
Di kedua tangannya membawa nampan berisi makanan dan minuman, yang kemudian dia letakkan di lantai, di depan Elan.
"Siapa kamu?" tanya Elan dengan suara rendah.
Orang itu hanya diam saja, tidak mau menjawab. Dia masih jongkok di lantai dengan tangan memegang nampan. Kemudian membenarkan letak kacamatanya yang sedikit merosot, menggunakan tangan kirinya yang terdapat jam tangan di pergelangannya.
Mata Elan menyipit melihat jam tangan orang itu. Dalam hatinya seperti pernah melihat jam tangan dengan model seperti itu. Ya, itu persis seperti punya Siska.