Janda Kembang Menggoda Perjaka
Ia menjatuhkan dirinya berlutut di lantai kamar itu, tepat di depan kaki Galih.
"Maafin aku soal parkiran. Maafin aku soal dagingnya. Maafin aku masuk sembarangan," Riana menangis, menangkupkan kedua tangannya memohon. "Jangan diemin aku kayak gini, Gal. Aku nggak kuat. Sumpah, aku nggak kuat."
Galih menatap wanita yang berlutut di hadapannya.
Riana Wijaya. Janda kaya yang angkuh. Pemilik kos yang ditakuti. Kini bersimpuh di lantai keramik, menangis seperti anak kecil yang takut ditinggal ibunya.