Batas Waktu
“Papa nggak pernah ada buat aku, sampai papa lupa kalo emang semua hal nggak pernah papa ajarin, papa sendiri sibuk dengan dunia papa tanpa mikirin aku yang bahkan selalu nunggu kepulangan papa. Tapi sekarang, aku udah nggak butuh semua itu,”
“Papah memang selalu mecukupi aku dengan uang papah yang melimpah, TAPI BUKAN ITU PAH YANG GUE BUTUHIN” Alfa berteriak keras, mengeluarkan segala uneg-unegnya yang selama ini ia pendam sendirian. Tanpa sadar air mata menetes di pipinya, ia mengusap kasar menghalau air mata yang kian menderas. Dadanya terasa sesak, seperti dihantam berton-ton batu besar. Laki-laki itu beranjak meninggalkan Siregar yang masih terdiam sedari tadi.
Hot Chapters