Istriku Seorang Juragan
ujarnya dengan seringai penuh kemenangan.
Aku mendelik, "dia gak sakit Jang, cuma bau badan aja. Gak usah berpikir seolah dia memiliki penyakit kronis" desisku.
Aku menghembuskan napas berat, menatap Jingga yang kini tampak begitu terperangkap dalam pikirannya sendiri. Matanya yang biasanya penuh cahaya kini kelam, dipenuhi kebingungan dan harapan yang kosong. "Jingga, dengar baik-baik," kataku, berusaha menenangkan suara yang bergetar. "Uang itu nggak bisa dipakai untuk hal-hal yang nggak jelas. Kamu punya banyak hal yang lebih penting, dan itu bukan solusi. Jangan sampai kamu jadi korban, ya."
Hot Chapters