Tante, Tahan! Nanti Keterusan
Aya mencondongkan tubuhnya ke meja kaca, lalu meniup api lilin hingga padam dalam satu hembusan napas pendek.
Fuuuh.
Asap putih tipis membumbung di antara mereka, membawa bau sumbu terbakar.
"Tante cuma main-main, Joni," ucap Aya dingin. "Nggak usah tegang begitu."
Joni mendongak, terkejut mendengar perubahan nada bicara yang begitu drastis. "B-bukan begitu maksud Joni, Tante—"
"Listriknya udah nyala," potong Aya cepat, sama sekali tidak memberi ruang bagi Joni untuk melanjutkan kalimatnya.