Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
tanya Ariana sembari menoleh sedikit, dan merasakan jemari Jason sempat berhenti sejenak.
“Hanya memikirkan jadwal rapat besok, Sayang,” jawab Jason dengan suara yang sangat stabil.
Dia kemudian merogoh saku celananya, untuk memastikan pistol Glock 19 yang tersembunyi di balik pinggang belakangnya masih berada di sana.
“Lanjutkan ceritamu. Jadi, kau ingin warna kamar bayi itu diubah lagi?”
“Jangan marah, tapi kurasa kuning pastel lebih menenangkan daripada merah muda,” gumam Ariana sambil menyandarkan kepalanya di dada Jason.