Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi
Deni A. Arafahlangitku tak lagi berbintangsaat aku tak lagi adasedikit keluh malam inicerita sehari hari
Setiap simbol tampak seperti berdenyut, memancarkan cahaya redup keperakan.
Langit malam menjuntai seperti tirai hitam berhiaskan bintang redup. Udara dingin menelusup hingga tulang, membuat napas kami keluar seperti asap tipis. Di depan kami, jurang menganga lebar, gelap seperti lubang tanpa dasar. Jembatan tali tua melintang di atasnya, terbuat dari kayu lapuk yang sebagian sudah retak, dengan tali-tali yang berjumbai di beberapa tempat, seolah hanya menunggu waktu untuk putus. Angin malam bertiup kencang, membuat jembatan itu berayun liar, melahirkan suara erangan yang menyeramkan.
“Serius? Ini jalannya?” tanya Drian dengan ekspresi ngeri, matanya terpaku pada jembatan yang tampak seperti
人気のチャプター