Gairah Sopir dan Majikan
Eksistensi kedudukan bisnis Marunda Fast seolah menemukan jeda napas yang aman di bawah pendar matahari siang yang terik di atas dermaga.
"Ehmm..Maksudku, Juna, cepat habiskan pisang gorengmu sebelum kita diperintah memindahkan tiga puluh fuso kompetitor yang masih terkunci mati rem anginnya," perintah Slamet kaku.
"Siap, Kang Slamet, batin saya sudah seratus persen prima untuk kembali banter mengawal pos pungli luar pelabuhan!" seru Juna satset.