Istri Super Jorok
"Rumah kami berada persis di samping kanan rumah kalian, hanya dipisahkan oleh pagar, jadi kalau Marni bosan di rumah, bisa main dengan Mawar di sebelah dan sebaliknya."
Aku hanya tersenyum mendengar ide Pak Joko. Entah kenapa, aku tak setuju dengan ide pria itu, karena aku merasakan wanita seperti Mawar kurang baik saja menurutku. Entah kenapa, intinya aku tak nyaman, apalagi saat ditatap lekat begini.
"Sudah punya anak?" tanya Pak Joko lagi.
"Insya Allah sebentar lagi."
"Wah, syukurlah. Lengkap sudah keluarga kalian."