Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teror Mantan

Teror Mantan

tanya Alex. "Biar papa yang urus, tugas kamu jagain Laura, sama ngawasin Ezra, papa yakin dia juga yang jadi dalang dari teror kamu," ucap Dimas tegas, memang hanya sekali teror yang Alex dapat, tapi kalau sampai tak segera di atasi ia takut Anita atau Laura tau semua ini dan mereka jadi ketakutan. Alex menganggukan kepalanya cepat. "Yaudah Alex pergi," pamit Alex, saat ia baru akan melangkah, Alex tersadar dan membalikan badannya menghadap Dimas.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
Aftermath

Aftermath

Dari seberang sana, Yanan dapat mendengar suara gemeresaknya. "Yang aku herankan, bagaimana bisa para wartawan yang sok tahu itu, menelan mentah-mentah informasi dari pihak sekolah yang menyatakan bahwa adikku meninggal karena kecelakaan? Polisi dan kepala sekolah juga, mengapa banyak yang mereka tutup-tutupi dari media? Ah, entahlah, mereka semua terlihat brengsek di mataku." Ponsel diapit di antara telinga dan bahu. Sebatang rokok dinyalakan untuk kemudian dihisap dalam-dalam oleh Jihan. "Terpeleset di toilet? Adakah lelucon yang lebih tidak lucu dari ini?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
Teror Berdarah

Teror Berdarah

Mengangkat dua jari telunjuk dari tengahnya, Yonna berkata, “Sungguh, Ma. Yonna berani bersumpah, ini tuh perjalanan regu. Merayakan Hallowen.” Yulissa kembali diam, dia melirik sejenak kepada Bibi. Dia teringat akan percakapan mereka sebelumnya, di mana kabar akan teror yang hanya terjadi di kota ini, sedangkan pada cakupan luar hampir tidak pernah terusik. Mereka berdua sempat kebingungan akan apa yang pelaku teror itu inginkan sehingga mengincar benar penduduk kota ini.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Na… ini beda. Ini bukan cuma soal arwah yang minta dimakamkan.” “Aku tahu.” “Ini bisa berbahaya.” Aruna menatapnya lurus. “Aku sudah hidup dengan bayangan mereka. Sekarang aku mau hidup dengan kebenaran.” Kalimat itu membuat Alvaro terdiam. Ia tahu Aruna tidak akan berhenti. Mereka mulai menyelidiki ulang artikel lama itu. Nama penyelenggara acara tahun 1974 tercatat. Sebuah yayasan budaya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

Dia lalu menceritakan semua yang terjadi padanya setelah permainan yang berlangsung malam itu di villa. Tony membelalakkan mata setelah mendengar cerita Jake. “Kok feelingku nggak enak ya,” katanya, “menurut kamu dia ngejebak kamu nggak sih?” Jake menggeleng. “Aku nggak tau,” katanya, “kayaknya sih semua terjadi dengan normal. Tapi aku sendiri sampe detik ini masih nggak percaya kalo udah ngelakuin itu.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
AFTERFALL

AFTERFALL

𝙳𝚄𝚂𝙺𝙾𝙵𝙴𝚈𝙴 𝙿𝚁𝙴𝚂𝙴𝙽𝚃𝙸𝙽𝙶 【AFTERFALL】
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai journal of terror: afterlife
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status