OBSESI BARA
Namun, bukannya menjawab ucapan Rahman, Laila malah menggeleng dengan tatapan kosong.
"Di mana? Di mana bayiku, Abi? Bayiku di mana?" ujar Laila panik. Dia sedari tadi memegang perutnya yang datar. "Abi, di mana bayi Laila?" Matanya mulai berembun, siap menjatuhkan tangisnya.
"Abi, bayi Laila--di mana?"
"Laila, hey! Dengar? Sekarang tidak ada lagi, kamu ikut sama Abi ya? Kita hidup di sini---"