Kak, Aku Kedinginan
Benda itu adalah tombol sakelar darurat yang tiga hari lalu dia cabut dari ruang pendingin.
Berwarna merah, terbuat dari plastik, berukuran kecil, dan terasa begitu ringan saat berada di telapak tangannya.
Saat mencabutnya, Dimas bahkan sempat merasa tindakannya tampak keren.
Seperti adegan dalam drama saat menghukum seorang penjahat.
Memutus jalan mundur.
Sebagai bentuk hukuman.
Dia mencengkeram tombol itu erat-erat. Buku-buku jarinya terus mengencang, makin lama makin kuat, sampai selubung plastiknya hancur dan serpihannya menancap ke daging.