Menantuku Selalu Diam Di Kamar
Setelah Wati masuk kamar, aku segera pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu, sebab sudah waktunya shalat dzuhur.
Setelah ini aku juga berniat berdiam diri di dalam kamar, sampai Reno pulang. Karena aku takut, kalau Wati akan berbuat kasar lagi terhadapku. Aku kini sudah paham betul dengan karakter Wati, ia bukan hanya berani bicara kasar padaku, tetapi ia juga sudah berani berbuat kasar hingga membuat keningku terluka. Makanya aku pilih jalan aman, tetap tinggal di kamar menunggu anak bungsuku pulang.