Si Tampan yang Posesif
Punggungnya terangkat ke atas, napasnya pendek-pendek, seperti setiap udara yang masuk rasanya selalu kurang.
Teriakannya pecah, menggema ke seluruh ruangan, namun ia tak peduli.
Kara ikut gemetar, namun tetap mencoba menopang Diandra dari samping. Suara erangan berat keluar lagi dari mulut Diandra. Wajahnya sudah pucat sempurna, namun kontraksinya belum reda. Perjuangannya masih panjang.
“Sedikit lagi, sayang. Sedikit lagi. Kamu pasti bisa. Kamu kuat, kamu hebat.” Kara mengucapkan kalimat-kalimat penyemangat untuk istrinya.
Bab Populer