Bangkitnya Suamiku yang Perkasa
"Dulu aku selalu mendapatkan semua yang aku inginkan, aku nggak pernah menyelesaikan masalahku sendiri, kedua orang tuaku selalu melindungiku. Sekarang, masalah sekecil ini saja membuat hidupku terasa hancur. Kamu jauh lebih kuat daripada aku. Dari dulu, aku sangat mengagumi kamu. Kamu nggak hanya bekerja, tapi juga mendidik anak-anakmu dengan baik."
"Sania, aku tidak sehebat yang kamu bicarakan." Suara Anisa terdengar pelan dan lemas.
"Setiap mengingat perpisahan kemarin, aku menangis seharian di bandara. Theo meninggalkan aku begitu saja, hatiku juga hancur. Setelah puas menangis, aku beberapa kali terpeleset di jalan. Tak hanya itu, aku hampir menabrak orang. Kalau aku tidak segera menger
Hot Chapters