Mayat-Mayat Hidup
tanyanya penasaran, meski bukan kali pertama mendapati Gugun yang hendak melakukan pendakian.
“Iya, Mbak. Liburan akhir pekan.” Gugun terkekeh, lalu menyulut sebatang rokok.
“Ke gunung mana?”
“Pulosari, Mbak.”
“Gunung mana, tuh? Gue baru denger.”
“Di Pandeglang Banten, Mbak,” jawab Gugun dengan mulut mengepulkan asap rokok.
“Hati-hati loh, Gun, di sana ‘kan banyak tempat keramat, apalagi di gunungnya, pasti angker.”
Capítulos em Alta