Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Segalanya Mengalir Pergi

Ketika Segalanya Mengalir Pergi

“Kalau... Kalau aku pergi menjemputmu, bersediakah kamu pulang bersamaku?” Aku tersenyum lembut. “Aku...” Beberapa suara berisik terdengar dari telepon, menenggelamkan kata “tidak bersedia”-ku. Aku berjongkok kelelahan, segala sesuatu di dunia ini benar-benar lelucon takdir. Aku tidak menyangka Samuel benar-benar datang mencari ke Vantara, ketika tiba di sini dia menggunakan gerobak sapi sederhana. Punggungnya penuh bekas cambukan yang bernanah.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Bumi mampu memadukan kata, ide, dan gerakan tubuh menjadi bahasa yang lebih dari sekadar kata-kata. Sekali waktu, Bumi menggerak-gerakkan kedua tangannya dengan ritme yang tampak natural, seolah tangannya ikut berbicara. Ryan tersenyum sendiri, membayangkan betapa luwesnya sahabatnya berkomunikasi, bahkan tanpa suara. Setiap jentikan jari, setiap gerakan telapak, semuanya seakan memiliki arti tersendiri bagi lawan bicaranya.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Cara ia bergerak. Gerakannya cair, seperti air yang mengalir. Tak terburu-buru seperti Dimas yang selalu seperti lari sprint. Tidak kaku seperti robot. Setiap otot bergerak dalam harmoni yang indah—lengan mengangkat kotak, kaki melangkah, punggung membungkuk, semuanya mengalir tanpa usaha. Seperti penari. Atau atlet. Atau… Raisa tidak tahu. Ia hanya tahu itu indah untuk dilihat.
19.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ujian Terakhir: Satu Kalimat yang Harus Ditulis Untuk keluar dari Sela, mereka tidak bisa berjalan mundur. Mereka harus menulis satu kalimat tapi kalimat itu harus: Tidak menghapus keheningan, Tidak menghina sunyi, Dan tidak merusak ruang di antaranya. Kai mencoba: “Kami akan terus melawan.” → Kalimat itu menghilang, terlalu keras. Salma mencoba: “Kami akan diam.” → Kalimat itu tenggelam, terlalu patuh. Faris menggigil. Ia menulis:
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Tampan

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Tampan

sambut Kelvin yang ada di hadapannya, wajahnya tertunduk, mengantisipasi jika Amaya tak bisa mendengarnya dengan jelas, ia masih bisa membaca gerak bibirnya. “Tapi nggak apa-apa ... biarin aja,” bisik Kelvin sekali lagi. “Yang penting kita gerak, sekalipun kayak layang-layang mau putus.” “Gimana tuh?” “Ya miring-miring, Sayang.”
1052.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

“Untuk menjaga ritme.” Rafka tersenyum tipis. Ia pernah mendengar kalimat itu, dari mulut orang yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda. Ritme, jika disebut tanpa konteks, selalu berarti menahan yang bergerak terlalu cepat,atau yang terlihat bergerak ke arah yang salah. Ia tidak membela diri. Ia tahu pembelaan akan dicatat sebagai reaksi. Diamnya dicatat sebagai sikap. Keduanya berguna bagi orang yang ingin membaca.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Ada yang hanya duduk dengan mulutnya yang bergumam, tangannya terlihat bergerak ke kiri dan kekanan dengan sangat cepat, kepalanya digelengkan ke kiri dan ke kanan dengan mulut yang terus-terusan bergumam tanpa henti. Ada pula yang berdiri, dia seperti sedang melakukan gerakan silat dengan salah satu kaki kirinya yang di depan dan kaki kanannya yang berada di belakang, tangannya dia angkat ke atas kepala dan salah satunya dia simpan di bawah dengan telapak tangan yang terkepal. Matanya dia pejamkan juga, dengan mulut yang sama-sama bergumam seperti sedang membacakan mantra, namun beberapa kali dia bergerak, dia terlihat seperti sedang bertarung dengan seseorang dari kejauhan.
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kalimat bergerak
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

"Tetap di tempatmu, orang asing! Bergerak berarti mati!" )|(
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Walaupun bisa mengembangkannya tapi hanya sedikit saja, tetap saja kembali ke pedoman asalnya. Sedangkan dari rangkaian kata-kata bisa tercipta gerakan sesuai imajinasi pembacanya. Satu kata bisa tercipta ribuan gerakan. Seandainya kitab ini dibaca dan dipelajari tiga orang, maka masing-masing akan menciptakan gerakan berbeda. Namun, intinya tetap sama. Kameswara memperhatikan setiap halaman terdapat sembilan baris kalimat. Dia berpikir satu baris kalimat saja bisa menjadi beberapa jurus.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Setidaknya, dari caraku melihat posturnya dari belakang, punggung pria itu kaku, menolak melakukan pergerakan apa pun yang bisa memecah momen ini. Itu adalah kalimat bermakna pertama yang keluar dari mulut Elang. Biasanya, anak ini hanya mengucapkan serangkaian dua atau tiga suku kata yang patah dan acak untuk mengekspresikan apa yang ia lihat. "Ijo", "Ka", "Selesai". Kata-kata itu diucapkan dengan semangat penemuan, tapi tanpa subjek atau predikat utuh.
9.471.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kalimat bergerak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status