Hot Brother
tutur gadis itu.
"Sipa orang itu? Apa aku mengenalnya?" Erik bertanya menggoda.
Kalila menggeleng. "Kalimat itu selalu muncul saat -" Kalila tampak ragu meneruskan ucapannya, haruskah ia berkata bahwa hal itu selalu muncul saat bibir mereka saling menyatu? Dia tidak mungkin menanyakan hal itu.
"Saat apa?" desak Erik.
Kalila menghela napas, gadis itu memijit kepalanya yang terasa pusing pada bagian pelipis, dia enggan melanjutkan obrolan nya.