Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

"Mana aku tahu, lipstik siapa? Kalau kamu nggak percaya bisa liat rekaman CCTV." Rizal menarik tangan Hana ke ruang kerja, ada komputer yang terus menyala. Memperlihatkan beberapa ruangan kecuali kamar dan kamar mandi. Mereka memutar ulang CCTV selama beberapa bulan belakangan, dipercepat dan sekilas. Hana mengambil mouse yang sedang dipegang oleh Rizal. Dia langsung memutar rekaman seminggu kebelakang.
10117.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Mengintip Kamar Pengantin

Mengintip Kamar Pengantin

Sepi dalam keramaian. _________
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Menantuku Selalu Diam Di Kamar

"Sama-sama, Kemudian kami berjalan mengikuti Security, yang sudah berjalan lebih dulu. Sesampainya di ruangan kantor, para karyawan pada melongo dengan kedatangan kami. Tapi mereka tidak menyapa atau bertanya sama sekali. Security terus mengajak kami, berjalan hingga sampai ke satu ruangan yang pintunya bertulis Direktur. Kemudian dia pun berhenti dan berbalik menghadap kami. "Bu, Pak, ini ruangannya Pak Romli," "Oh iya, Pak, terima kasih ya," sahut Roni. "Sama-sama, saya permisi dulu ya, assalamualaikum, " "Waalaikumsalam," sahut kami serentak.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Part 14: Bersua dengan Vita [Jangan pernah meninggalkan rumahmu dalam keadaan kosong. Ada seseorang yang mengintai keberadaan rumahmu ini,] sebuah pesan chat dari nomor tidak kukenal. 'Siapa lagi yang berani mengirim pesan chat ini,' batinku kembali. "Ada apa, Nes? Kok wajahmu berubah menjadi pucat pasi."
33.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Kamu & Aku di Radio Cinta

Kamu & Aku di Radio Cinta

seru seorang penyiar pada Hamish dan Amel. "Iya nih, pake lem apa sih? Bagi-bagi dong!" seru lainnya. Aku menunduk, seolah sibuk dengan smartphoneku. Aku memilih diam tidak menanggapi mereka, seolah tidak tau kedatangan mereka yang berhasil membuat riuh ruangan ukuran lima kali tujuh meter ini. Untungnya ruangan ini diberi tiga sekat dengan satu pintu sebagai akses keluar dan masuk, sehingga meski aku mendengar apa yang mereka bicarakan, dua sejoli itu pasti tidak menyadari bahwa ada aku disana. Aku sendiri tetap mematung dengan posisi yang sama berada di sudut ruang yang disekat dengan kaca transparan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Ruang Rindu

Ruang Rindu

tingginya aja 176 cm sedangkan aku 148, perbedaan yang cukup jauh. "kalaupun ruang yang kamu maksud itu sudah terisi, bukan kewajibanmu untuk tau siapa pemiliknya saat ini... lagian sekarang ruang itu baru ku kontrakkan, belum ku berikan tanpa alasan dengan segudang ketulusan..." sahutku dengan senyum lebar, sifat bucinku kumat.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Ruang hati

Ruang hati

tanya terlihat tersinggung. "Eh maaf salah ngomong, tersinggung ya?"sahut kayra. "Gue tahu maksud Lo,Lo pasti takut gue berbuat macem macem diruangan ini,secara gue cowok biang onar,malas ikut kegiatan sekolah,tiba tiba masuk kedalam ruangan ini,Lo takut gue berbuat macam macam disini?"sindir cowok itu sambil tersenyum sinis.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Untuk hari ini, ia memilih duduk diam, memberi ruang pada dirinya sendiri, tanpa memaksa apa pun untuk lahir. ***** Siang itu, Aira duduk di kafe kecil bernuansa hangat dengan aroma kopi yang menenangkan. Dua perwakilan Ivory Gallery di seberangnya membahas hal-hal teknis dengan nada tenang sambil membuka map berlogo sederhana. Percakapan itu mengalir ringan, tanpa tekanan, terasa ramah dan apa adanya.
10650 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Ditemani canvas, kuas, dan cat. Pak galuh yang baik hati itu memberikanku izin mempergunakan ruang lukis untuk melatih bakat terpendamku, tapi ada yang aneh diruangan ini. Ruangannya tak seterang biasanya. Oh, ternyata setelah kutelusuri ada seorang anak laki-laki yang menghalangi jalan masuknya sinar matahari hangat, dengan sinar matahari menerpa wajahnya. Anak itu duduk melamun di jendela dekat tempat favoritku.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kama ruang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status