Ujung Senja
“Lu kadang terlalu polos sih. Ya kita ada perjanjianlah. Hitam di atas putih. Di depan notaris. Jadi kalau suatu saat ada yang mangkir, tinggal disodorin surat perjanjian itu. Gue ngerasa cocok banget sama elu. Elu enggak suka gosip, enggak banyak cerita, dan lu harus punya pengalihan, Ra, dari racun rumah tangga lu itu. Kalau lu enggak ada kegiatan selain Mega, lu bisa gila.”
Meri benar. Aku memang ada rencana ingin buka usaha. Namun, entah usaha apa yang akan aku jalani aku pun tak tahu.
Meri meletakkan piring kosong bekas mi goreng ke belakang, dan mengambil dua porsi sandwich. Aku menggelengkan kepala, tetapi mengikuti semangatnya, aku pun bersemangat menghabiskan isi piring.
“Gue mau bu
Hot Chapters