Skandal Panas Presdir Tampan
“Pria itu ingin bertanggung jawab atas segalanya, tapi... aku tidak tahu, Bibi Carol. Dulu dia meninggalkan luka yang begitu dalam. Aku ragu apakah ia benar-benar berubah atau hanya sekadar janji.”
Carol menghela napas, lalu menatap Chiara dengan penuh kebijaksanaan. “Terkadang, orang memang bisa berubah, Chiara. Tapi bukan berarti kamu harus percaya begitu saja. Coba lihat lebih dalam, amati bagaimana ia bersikap, bukan hanya dari ucapannya.”
Carol berhenti sejenak, tangannya meremas tangan Chiara dengan lembut. “Dan satu hal lagi, dengarkan kata hatimu. Terkadang itu bisa memberikan jawaban yang lebih jujur dari pikiran kita.”