Pria Alfiyah
Syska Nabilaaku ingin ibu pulangsurat untuk anakku di pesantrenmama aku ingin pulangnot satu satu aku sayang ibu
Iklil lebih memilih duduk di teras depan kamar, melamun, merangkai kata, dibandingkan merebahkan badannya.
"Hai, bidadari kecilku. Apakah kamu tau jika aku jatuh hati padamu saat pertama kita bertemu? apakah kamu tau, aku terpanah oleh tingkahmu yang menggemaskan itu. Mungkin jika aku berhak memilikimu, sekarang juga aku ingin mencubit pipimu yang tembam itu. Sangat lucu. Ah, astagfirullah, membayangkan orang yang bukan mahram itu dosa, ya allah maafkan hambamu yang selalu khilaf." Iklil bangkit dari duduknya, mencari buku diary. Setiap kejadian yang Iklil alami pasti akan ditulis, cerita se-pendek apapun ia tulis. Buku diary bernuansa biru itu dibuka, Iklil mengambil bolpoin hendak menggore
人気のチャプター