Jatuh Miskin Karena Selingkuh
Juna menjelaskan dengan perlahan, kemudian ia memberikan buku diary itu untuk kubaca.
Wangi lavender seketika menyeruak saat kubuka kaver diary milik Renata. Ternyata ia suka aroma lavender, sama sepertiku. Di halaman pertama, tertulis namanya dengan tinta emas—Renata Hartadi. Di halaman berikutnya, ia menorehkan curahan hati dengan tinta warna orange. Aku melewati halaman-halaman pertama, karena tak mungkin jika kubaca semua. Diary ini tebal sekali, membutuhkan banyak waktu untuk membacanya. Aku hanya fokus pada halaman akhir, sesuai yang ditunjukkan Juna.
“… aku mati karenanya, yang tak mau menolongku dari ‘cengkraman’ Mas Kun.”