Holiday to Wedding Day
"Woi, aku bicara denganmu, Hill!"
Aku baru menuangkan kacang Arab ke dalam mangkok camilan ketika Aldert menyusulku ke dapur lalu menghardik, "Ah, aku baru tahu kalau the Hill ternyata nggak bisa bicara!"
Oh, kupikir di dunia ini satu-satunya orang yang bisa membully hanyalah Batik Pekalongan. Tetapi ternyata pemikiran itu salah. Salah besar. Aldert bukti nyatanya. Dari awal berjumpa bahkan, dia sudah mulai mengolok-olok apa saja yang ada dalam diriku. Mulai dari bandana, sepatu, tas tangan sampai jenis rambut dan bulu mata. Bayangkanlah! Dia sampai menambahkan Barbie di belakang namaku hanya karena bulu mata yang lentik. Apa salahnya? Toh, aku juga tidak copy paste si Barbie, kan?
Hot Chapters