Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Genap 100 kali

Genap 100 kali

Setiap suamiku pergi menemani teman wanita masa kecilnya yang mengidap penyakit kronis, dia secara tidak langsung selalu bertanya dengan maksud apakah aku bersedia bercerai. Itu karena keinginan terakhir temannya tersebut adalah ingin menjadi seorang istri sebelum meninggal. Hari ini, lagi-lagi suamiku memberi isyarat semacam itu. Aku tidak menangis, tidak marah, yang keluar dari mulutku hanyalah nada tenang, menjawab dengan kata, “Baiklah.” Karena percakapan tentang hal ini sudah disinggung sebanyak 99 kali. Dan hari ini adalah yang ke-100 kalinya. Aku akhirnya juga menemukan alasan dan mendapatkan keyakinan untuk bercerai. Bayi kita ... sudah keguguran. Sekarang, dalam hubunganku dengan dia, hanya tersisa dua lembar tipis dari akta nikah.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Mahkota di Balik Tirai Cinta

Mahkota di Balik Tirai Cinta

Di bawah langit Kekaisaran Zhenhua, pernikahan bukan tentang cinta melainkan tentang kuasa. Li Xian, putri pejabat agung yang cerdas namun dingin, dipaksa menikah dengan Pangeran Kedua, Zhao Wei, seorang pewaris yang terkenal ambisius dan berhati batu. Bagi Li Xian pernikahan itu hanyalah takdir yang dipaksakan, tak ada kata “suka” sebelum cincin dan gelar itu melekat di tangannya. Tapi siapa sangka di balik benteng istana yang penuh tipu daya, cinta bisa datang tanpa permisi dengan pelan-pelan, dari tatapan curiga menjadi perhatian, dari amarah menjadi perlindungan. Sementara itu bayangan pengkhianatan, perebutan tahta, dan rahasia kelam keluarga kekaisaran mengancam segalanya. Ketika cinta mulai tumbuh, keduanya dihadapkan pada pilihan paling sulit: Cinta atau mahkota.
577 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Involved Love

Involved Love

ViRuz04
Ares Allan. Pria tampan penuh karisma berstatus lajang. Belum pernah menikah namun dalam hitungan jam statusnya berubah menjadi seorang ayah muda. Hatinya belum tenang, dan sang ibu datang lalu berkata. "Ia butuh seorang ibu." Terry bersuara lirih. Ares mendesah, memijat kepala ia mengerti pemikiran sang ibu mendorongnya untuk segera menikah. Pria itu berpikir pasti bisa memberikan yang terbaik untuk putra semata wayang. Qyana Thomas (Cherry) Gadis manis periang dan ramah. Hidupnya berubah sejak sang ayah meninggal. Cherry lebih memilih kerja keras dari pada harus kembali ke rumah. Rumah'kah? Bahkan kata itu tak layak untuk tempat mewah yang katanya dapat berbagi kehangatan keluarga. Bagi Cherry rumah adalah neraka. Follow IG: viruz04.art
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Chocollacious
early mah cuma bisa pake topeng klo di luar, aku ga demen sm dia, munafik. wkkwkk aku ngakak sm ares. alasannya masuk akal ya. tapi lucu aja istri ngidam mobil, biasanya cowok yg demen. hmm klo aku yg ngidam mobil ferrari, mau dibeliin ga ya?
Wahyu Hidayat
ini dramanya kok tidak berkesudahan, maju mundur cantik papa tampan sama Cherry. sehari rasa mo bersatu eh ada ada saja halangannya..sampe lebaran monyet kayak gini gak bakal bersatu papa tamvan dengan cherry
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Terlarang Dosen Killer

Sentuhan Terlarang Dosen Killer

“Sebaiknya kamu pergi,” kata Garda lirih. Tapi kontras dengan apa yang dikatakan, tangannya justru menahan pinggang Karina. Tubuh pria itu semakin condong ke arah sang gadis. Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci hingga Karina menahan napasnya karena gugup tiba-tiba menyerang. “Ah,” desahnya dalam mulut sang pria saat bibir mereka bertemu. Karina mengira malam itu hanya kesalahan bodoh, sedangkan Garda menganggapnya awal sebuah misi berbahaya. Siapa sangka pria dari malam itu adalah dosen yang dianggap killer di kelas yang Karina ambil? Perlahan, tumbuh gairah terlarang di tengah intrik, drama keluarga, dan bisnis gelap. Di balik tatapan, ancaman tersembunyi, dan batas moral yang semakin kabur, Karina dan Garda terjerat dalam hubungan berbahaya.
10886 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
RINTIHAN GADIS KORBAN ILMU HITAM

RINTIHAN GADIS KORBAN ILMU HITAM

Adellin Nazura
Daniella yang angkuh terpaksa harus terisolasi dari hingar-bingar kemewahan orang tuanya karena penyakit misterius yang menjangkit fisik dan mentalnya. Bahkan, dia terpaksa harus tinggal di desa terpencil! Hingga suatu hari, seorang Ustaz Muda bernama Ashrafil Ambiya' datang ke desa tersebut untuk mengajarkan agama. Namun, Ashrafil terkejut ketika mendengar rintihan dan tangisan pilu dari atas pohon jambu yang kata warga berasal dari Kuntilanak. Sayangnya, Ashraf tak begitu mudah mempercayainya dan menemukan Daniella dibalik rintihan tersebut. Pria itu berusaha segigih mungkin mengungkap siapa pengirim ilmu hitam yang telah membuat Daniella celaka. Lantas, apakah mereka berhasil menemukan orang tersebut? Atau ... memang takdir Daniella untuk selamanya menanggung penyakit itu?
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Beautiful Pain

Beautiful Pain

"Karena aku tahu, kau mencintainya, bukan diriku." Sejak dulu yang Audrey cintai hanyalah Xander—pria yang berhasil memorak-porandakan hatinya. Meski Audrey tahu Xander selalu bersikap dingin dan tak memedulikannya tetap saja Audrey tidak pernah berhenti mencintai Xander. Berkali-kali diabaikan dan ditolak, tetap tidak akan membuat Audrey menyerah memperjuangkan cintanya untuk Xander. Hingga suatu ketika, Audrey mendapati kenyataan di mana Xander hanya mencintai satu wanita dan itu bukanlah dirinya. Hancur. Pedih. Terluka. Tiga kata yang Audrey rasakan kala itu. Cintanya yang dalam telah terselimuti kekecewaan dan luka yang dalam. Lantas bagaimana dengan cinta Audrey? Mampukah Audrey bertahan? *** Follow IG: abigail_kusuma95 Cover design by Lee & owned by Abigail Kusuma
10114.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Yes! Please, Daddy

Yes! Please, Daddy

Bagi Marco Rossi, Gia Valerine hanyalah tawanan kecil yang harus tunduk pada setiap titahnya. Namun bagi Gia, pria berusia 38 tahun itu adalah monster kejam yang telah merenggut segalanya. Terjebak dalam pernikahan paksa dan aturan ketat sang mafia, Gia mencoba melawan. Namun, setiap pemberontakannya justru berujung pada hukuman yang membakar gairah. Di saat pengkhianatan mulai mengepung, Gia menyadari bahwa satu-satunya tempat teraman adalah di dalam dekapan pria yang ia benci. "Panggil aku 'Daddy', atau kau akan tahu bagaimana caraku menghukum anak nakal." Dari kebencian yang mendalam, lahir hasrat yang menggebu. Satu kata kepatuhan adalah harga untuk nyawanya, tapi akankah Gia sanggup menolak saat sentuhan sang monster mulai menjadi candu?
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri yang Diselingkuhi

Rahasia Istri yang Diselingkuhi

"Lama-lama kamu udah mulai berani juga ya sama aku? Aku ini masih suamimu, kalau aku udah ga respect sama kamu, aku bisa aja ninggalin kamu," ancam Aditya berharap Irani akan takut padanya. "Loh ayo mas, apa maumu? Tinggalin aku? Ayok lakukan saja! Kamu pikir aku akan mengemis untuk kamu pertahanin? Kamu cerain aku atau kamu tinggalin aku bersama wanita itu ga akan berpengaruh dalam hidupku, aku bisa menjalani hidup sendiri tanpa kamu, jangan kamu pikir aku selemah itu!" ___ Aditya yang merupakan suami Irani menganggap istrinya tidak akan bisa hidup tanpanya karena setahu Aditya, Irani hanyalah ibu rumah tangga biasa. Namun ada satu hal yang tidak Aditya ketahui dari Irani hingga membuatnya menyesal di kemudian hari.
7.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai kata-kata jangan berharap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status