Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RADANIA

RADANIA

tukasnya "Kata maaf lo itu gak ada artinya kalo lo terus mengulangi kesalahan yang Sama, berulang-ulang Raga." "Gue manusia Biasa Ga, gue gak sekuat yang lo pikir, gue rapuh." "Gue cape Ga," "Gue mau kita cukup sampe sini Ga," "Nggak, lo Gak Boleh pergi! Lo gak akan bisa pergi dari Hidup gue Dania Vloreta Aurelia." tegasnya memeluk erat tubuh Dania. "Lo milik gue satu-satunya, lo gak Boleh pergi, gue mohon."
9.54.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maka, dia mengeluarkan senjata paling mematikan yang selalu berhasil menghancurkan mental Dania selama ini. ​"Kenapa diam saja? Oh, atau kamu sengaja mencari laki-laki lain di luar sana untuk memuaskanmu karena kamu sadar dirimu itu cacat?" Renata tertawa mengejek, sebuah tawa yang terdengar sangat kejam. "Sia-sia saja, Dania. Mau berapa ratus kali pun kamu tidur dengan laki-laki, rahimmu itu tetap rahim kering! Rahim mandul yang tidak berguna! Kamu itu kutukan di keluarga ini, hanya seonggok daging kosong yang tidak bisa memberikan keturunan!"
101.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

“Kalau aku jadi struktur baja, kamu boleh jadi finishing cat-nya. Karena meski aku kuat, tanpa kamu, aku tetap kusam.” Citra mengerang pelan, setengah sadar. “Kalau kamu nyanyi gombal satu lagi, aku cat kamu pakai cat besi tahan panas. ***
822 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

kata seorang anak dengan kaos kuning cerah bertuliskan: ‘Kau ejek temanku, akan kutendang bokongmu! “Kau jelek!” kata temannya acuh tak acuh. “Salah!” “Terus apa?!” “Coba tebak lagi!” “Kau jelek!” “Salah, dasar idiot! Kenapa kau terus menyebut ‘jelek’?” “Entahlah. Katakan saja apa jawabannya.” “Jawabannya adalah: kalau kau tidak cukup segar, maka kau tidak akan berada dalam panci ini untuk menjadi selai!”
109.7K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Presdir Dingin itu, Ayah dari Putraku

Presdir Dingin itu, Ayah dari Putraku

“Catat, aku tidak pernah mempengaruhi siapapun. Mamamu yang selalu berkeluh kesah karena memiliki anak bodoh sepertimu. Anak yang bahkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Anak yang sudah dibutakan cinta kepada wanita tidak jelas. Wanita yang suka merebut pria wanita lain!” Adam melotot dan terlihat begitu emosi mendengar ucapan Rihana. Hingga dia pun mencengkram lengan Rihana yang memegang tas kardus berisi cup kopi dan menekannya kuat. Sekali lagi Adam tersulut emosi dan ingin melakukan tindak kekerasan ke Rihana.
9.5283.8K viewsCompletedAdded to Library 6.2K Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Pesona Sang CEO

Pesona Sang CEO

Kata ‘madu’ beda otak beda arti. “Kamu bilang ingin punya anak tapi kamu terus-terusan marah, kamu ingin aku gugat dia sekarang sudah di depan mata kamu terus-terusan mempermasalahkan hal remeh atau memang aku ini pria bodoh yang tak bisa memahamimu?”
1074.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kata-kata rapuh
Show Reviews (27)
Read
+Library
VhyDheavy
Hai, Kak. Novelnya bagus banget lho. Rekomended banget untuk hiburan di kala luang. Alurnya menarik untuk diikuti, dan yang paling penting, sangat fantastis! Semangat terus ya buat authornya. Jangan lupa makan dan tetap sehat. .........
Zedanzee
Saya terharu, tulisan ini masih ada yang terus menanti meskipun saya update lama. Mohon maaf saya lambat sekali untuk update, tapi saya akan berjuang keras untuk menyelesaikan naskah ini. Untuk PEMBACA SETIA dan CUAN. Semoga yang membaca tulisan saya diberikan rumah, kebon, pasangan setia. Amin.
Read All Reviews
Ahli Waris

Ahli Waris

Kami semua terperanjat. “Ayo, siap-siap. Ada rapat keluarga. Masalah selesai, tumbuh lagi. Pusing aku lama-lama,” kata Bapak menggeleng. Tubuhku kembali kaku. Pepatah itu memang benar terjadi. “Mati satu, tumbuh seribu. Lalu, ini baru tumbuh dua. Yang sembilan ratus sembilan puluh delapan? Tidak …”
9.7418.7K viewsCompletedAdded to Library 14.2K Times as kata-kata rapuh
Show Reviews (125)
Read
+Library
Esi Apresia
Halo pembaca. Tolong kalau komen yang bijak ya. Kami author berusaha memberikan yang terbaik buat pembaca. komen membangun sangat kami butuhkan. Jadilah pembaca yang bijak. Dukungan positif kami butuhkan dari kalian semua. Terima kasih.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Read All Reviews
Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

"Apa maksudmu?” Kate menghela napas pendek, lalu berbisik, “Puzzle susah? Minumannya enak? Kau yakin tadi tidak kecelakaan sampai kemampuan bicaramu hilang?” Nada sarkastiknya halus tapi jelas. Matt terdiam. “Aku bingung harus bicara apa, Katya,” ucapnya pelan, tanpa berbohong. “Aku gugup.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Aku berkata padanya tanpa ekspresi, “Sifat manusia sudah tertanam dalam jiwanya, cepat atau lambat akan muncul. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada gunanya.” Andre tersenyum kecut, buru-buru mengusap wajahnya, lalu pergi. Tak lama kemudian, Grup Yunandi mengajukan kebangkrutan. Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya bersama orang tuanya, Andre mengalami kecelakaan mobil. Mungkin itu karma hidupnya. Dia menjadi tuli karena benturan di kepala. Kaki kirinya tidak bisa lagi berjalan normal dan menjadi setengah lumpuh.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as kata-kata rapuh
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Saking marahnya mendengar Maithatarun dianggap seekor kadal raksasa si kakek membentak. "Matamu kuning belekan! Pantas! Manusia hidup kau katakan kadal! Kalau bisamu cuma mengigau dan kentut lekas angkat kaki dari tempat ini!" Tanpa berpaling pada Jin Terjungkir Langit si nenek muka kuning yang bukan lain adalah Ruhkentut alias Jin Selaksa Angin alias Selaksa Kentut songgengkan pantatnya lalu "buuutttt ... !"
9.5243.3K viewsOngoingAdded to Library 5.4K Times as kata-kata rapuh
Show Reviews (65)
Read
+Library
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status