Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
"Aku tidak tiap hari minta ke dia. Lagi pula, aku minta ke dia hanya saat diajak teman-teman. Coba Papa bayangkan, bagaimana perasaanku jika teman-teman tau aku tidak seperti mereka bayangkan. Malu, Pa."
"Astaghfirullah … Astagfirullah. Jamilah … Jamilah! Malu kenapa? Di dunia ini banyak yang lebih miskin dari kita. Kecuali kamu yang sering menghina orang lain. Itu yang membuatmu malu. Sudah ah, pusing. Rasanya mau pecah kepala ini," tukas Salman sambil berdiri dengan tangan terus memegang pelipis.
"Aku ingatkan lagi!"