BUKAN MENANTU KAYA
“Jangan dulu atuh, Teh. Ayo, Teteh mau apa, ambil aja jangan sungkan,“ tawar Ikmal. Aku menggeleng pelan.
“Nggak usah. Buat kalian saja.“ Aku menjawab dengan sopan.
“Iya, Hanna ... Ambil saja. Tuh ambil sprei satu, sprei di rumah kamu pasti sudah pada buluk,“ kata Mamah.
Aku yang jenuh, segera melangkah ke kamar.
“Dasar sombong!“ umpat Rika.
“Iya. Udah miskin, sombong pula.“ Nuri menimpali.
Aku geleng-geleng kepala. Mereka memang keterlaluan. Didiamkan semakin menginjak, dilawan semakin beringas. Entah harus kuapakan model manusia seperti mereka itu.
**
Rapekan = Cekatan
Mager = Malas gerak
Sikat na Kabanata