Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesengajaan Berakhir Sengsara

Kesengajaan Berakhir Sengsara

Namun, aku tidak bisa menyimak dengan baik. Selesai makan, kami kembali ke hotel. Holden mengucapkan selamat malam dengan sopan, lalu aku tersenyum kepadanya. Faktanya, pikiranku sudah ke mana-mana. Setelah kembali ke kamar, aku berbaring di ranjang dan mengobrol dengan Andy. Aku mendapati Andy sangat membosankan di chat, jauh berbeda dengan orang aslinya. Aku mencebik, lalu mengirim foto seksi kepadanya. Itu adalah kaki ramping yang memakai stoking hitam dengan belahan dada yang terlihat sedikit.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Kegagalan itu menyakitkan, tapi entah kenapa, tidak membuatnya ingin berhenti. “Namanya juga awal,” katanya lirih, menatap baju-baju yang masih tergantung di gantungan. “Aku cuma perlu waktu... dan kesabaran.” Ia menulis catatan kecil di buku yang selalu ia simpan di meja: > Kurang interaksi dengan penonton. Perlu pencahayaan lebih terang. Jangan terburu-buru ngomong. Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar. Pesan dari Talita muncul di layar.
969 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Penyesalanku

Penyesalanku

"Selamat menempuh hidup baru." "Semoga berbahagia, sampai kakek nenek." "Semoga cepat dapat momongan." Begitulah untaian doa yang mengalun dari bibir para tetamu. Ada juga ucapan berupa candaan. "Cie ... cie ... akhirnya laku juga." "Wuih, yang bakal belah duren, mukanya cerah banget." "Semoga belum karatan, Bro."
1024.5K viewsCompletedAdded to Library 661 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Aku...." "Ingatlah selalu kantong kemenyan mu akan menanggung risiko kalau kau bermulut lemes." "Waduh!" Ben Ren meraba benda pusakanya. Komplit. Ia lega mendapat pengampunan. "Janganlah memelihara dendam, kau akan menjadi budaknya. Berpeganglah pada kebenaran dan keadilan, itulah yang menyelamatkan dirimu dari iri dan dengki."
9.947.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as kata-kata renungan
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Pemimpinnya, Catherine, mendesis dengan penuh kebencian, “Vivian, dasar wanita jalang! Apa yang istimewa darimu sehingga Xavier bisa begitu mencintaimu?” Reina yang mengikuti di belakangnya, menimpali, “Benar! Kau memang jalang!” Aku menatap mereka dengan marah. “Lepaskan aku, atau terima akibatnya!” Catherine tertawa terbahak-bahak. “Masih begitu sombong di ambang kematian? Benar-benar putri manja Keluarga Wellington. Tapi ini kesempatan terakhirmu untuk sombong.”
47.1K viewsCompletedAdded to Library 942 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kalimat yang Mengubah Dunia “Akhir adalah pintu yang hanya bisa dibuka dari dalam, oleh mereka yang telah memahami arti setiap kata yang pernah ditulis dan yang belum.” Lorong sunyi di bawah makam Kata Pertama kini bergetar hebat. Kalimat-kalimat yang belum selesai melayang di udara, menciptakan angin seperti bisikan-bisikan dari cerita yang hampir hancur. Lena berdiri di tengah, di depan meja batu tempat pena cahaya berbaring menanti kalimat terakhir.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Aku Hanya Gadis Ternoda

Aku Hanya Gadis Ternoda

“Hah? Kok bisa?” “Bisalah. Dia kabur duluan.” Lagi-lagi Renata ber-hah seperti sebelumnya. Kemampuan otaknya memang tidak terlalu mumpuni untuk berpikir hal-hal kompleks semacam itu. “Astaga, Re. Wajah lo boleh glowing shining shimmering splendid, bahkan udah masuk level nge-glazed mengilap bercahaya. Tapi kok daya pikir otak lo masih rada-rada, ya? Buat apa oon dipiara? Piara kambing, tuh. Kalau gemuk bisa dijual pas lebaran haji!”
2.9K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Hanya Renaldo yang berdiri di tempatnya dengan ekspresi penuh perenungan, seakan-akan sedang memikirkan sesuatu. "Salah. Lebih tepatnya ini seperti pepatah, kalau nggak hancur, nggak bakal bisa bangkit kembali!" Suara dalam, berat, dan penuh kekuatan seseorang tiba-tiba bergema. Itu mengandung suatu aura yang seolah mengguncang langit. Bam!
9.51.1M viewsCompletedAdded to Library 24.5K Times as kata-kata renungan
Show Reviews (92)
Read
+Library
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Read All Reviews
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

kata Dena polos. Renata mendengus. “Pertemuan yang unik membawa kesan yang tak terlupakan, meski otak bisa kehilangan memorinya tetapi hati tidak bisa kehilangan perasaannya,” kata Renata sambil memijit pelipisnya. “Kamu beneran baca?” tanyanya tak percaya. Renata mengangguk santai, “kenapa kalimat itu yang kamu beri tanda?” tanyanya heran.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

kata Rena "lah kata lo ini tugas buat besok ! gimana Hanh ?" cegah gw "maksud gw itu besok itu ya "besok" , bukan hari ini" kata Rena sambil ngeluyur ke kamarnya "Makasih ya Han tentang filosofi kopinya ! Mulai besok gw bakal rajin rajin cari gula deh" lanjut Rena sebelum masuk kamarnya "Hahaha...filosofi gak jelas gitu aja masih lo pikirin" kata gw sebelum menutup pintu kamar gw
8.918.3K viewsCompletedAdded to Library 438 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status