Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Lah jaleh nyato tumbuah Si bungo jambangan Harum mandayo sikumbang tabang Kok rancak bana buruang didalam sangkak Satiok lalu urang marayu Galaklah adiak jo urang lain Tapi hati adiak usah lapehkan Kok rancak bana rauik ruponyo Kok kayo bana dek harato Indak denai tadayo Cinto denai apo adonyo Lapuak bana titian kayu Ungkia bana biaso janji Namun pinto denai Janji kito usah lupokan "hihihi, Artinya apaan ?" tanya Ren kebingungan begitu lagunya telah selesai kumainkan. "Lah terus ngapain tadi gak protes, malah enak banget menghayatinya begitu ?" ucapku menertawakan kebingungan Ren.
8.9356.0K viewsCompletedAdded to Library 11.0K Times as kata-kata renungan
Show Reviews (80)
Read
+Library
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Read All Reviews
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Lintang menyudahi pembicaraan, menyadari ucapan Rena yang semakin tidak terkontrol. “Aku cuma bercanda. Sensi amat.” Rena tersenyum. “Oh iya, namanya lagi rindu. Sensinya melebihi orang lagi PMS.” “Becanda boleh saja, tapi jangan ngomong yang nggak-nggak kayak gitu. Ucapan itu doa, lho, Kak.” Raut muka Lintang menyeruakkan rasa kesal. Ia berjalan ke dekat pintu lalu meraih ransel dan kopor. Detik berikutnya perempuan berpashmina biru itu lenyap di balik pintu kamar.
10105.7K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Ia tersenyum getir. "Entahlah Atika, hidup ini seakan terasa begitu kejam padaku." jawabnya lirih. Ia kembali mengusap airmatanya, yang terus saja ingin keluar dari persembunyiannya. Tetiba ponsel Amira berdering. sebuah pesan masuk diponselnya. Pesanan untuk acara di tanggal 14 nanti. Ia memandangi ponselnya. Sebuah pesanan besar ia terima kembali.
1054.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Catatan Rumi

Catatan Rumi

"Adek enggak boleh nanya gitu. Kita sebagai manusia harus bisa pasrah sama ketentuan Allah. Adek jangan nyerah. Semua ini hanya ujian. Adek juga harus yakin bahwa setelah hujan ada pelangi." "Tapi enggak selamanya setiap hujan ada pelangi, bi. Rumi bener-bener capek." suaranya terdengar gemetar lemas. "Aku beneran pengen pergi dari sini. Bunuh saja Rumi, bi. Bunuh Rumi."
2.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
OTW Menjanda

OTW Menjanda

Ia pernah membaca semua karya penulis besar itu. Satria bukan menjawab, justru terkekeh – kekeh penuh kemenangan. “Ya, ampun! Abang menggoda saya?” seru Renata. “Begini cara Abang bercanda, ya! Baru paham saya ada orang bercanda dengan kata- kata mengerikan begitu.” “Saya memang mengerikan, kok.” “Ya, ampun!” Renata mendengkus sambil meringis lebar.
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 277 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

Sebuah kata 'sorry' Langit tuliskan di jendela kamar, dan tersenyum memandang Senja. Samar-samar terlihat, namun Senja masih bisa melihatnya dengan jelas. "Kenapa Langit minta maaf? Langit, nggak perlu minta maaf!" sungut Senja menekuk wajahnya, dan beranjak dari meja belajar. Ting! Pesan masuk di ponsel Senja, layar itu menyala sebab ada notifikasi pesan dari seseorang. Senja, hanya melirik layarnya tanpa ingin membuka pesan itu.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
SISWI KESAYANGAN SUAMIKU

SISWI KESAYANGAN SUAMIKU

*** [Sayang, benarkah apa yang kamu katakan tadi pada pak Bagas? Renita membaca pesan w******p dari Arjuna lalu mengerutkan dahinya. 'Anak ini lucu sekali. Kadang memanggil Bu, kadang memanggil sayang,' batin Renita. [Kata - kata yang mana, Jun?]
77.5K viewsCompletedAdded to Library 292 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
JERAT CINTA SANG RENTENIR

JERAT CINTA SANG RENTENIR

Matanya masih memicing. "Kau cukup tahu diri rupanya." Ren tersenyum tipis. "Sekedar saran, hentikan bisnis kotormu itu jika tak ingin hancur oleh orang-orangku." Bara yang tadi sedikit lebih tenang kembali memucat. Melirikku sebentar, kemudian kembali mengalihkan perhatian pada Ren. Menit kemudian pria berhidung mancung itu mengamati sekitar, lalu setengah berbisik dengan gigi merapat.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 615 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
Pernikahan Dua Pewaris

Pernikahan Dua Pewaris

“Sebagai wanita normal, dan manusia seperti pada umumnya, saya tentu berusaha untuk tidak termakan rumor itu. Hanya saja ... sulit untuk tidak percaya pada dengan mata kepala saya sendiri. Yah ... setiap orang bisa berubah. Bukankah mantan pendosa masih lebih baik ketimbang mantan orang baik?” Seketika seseorang yang sejak tadi menyimak percakapan menegangkan antara Ratih dan Renata tiba-tiba masuk sembari tepuk tangan dan berkata, “Bravo ... bravo ...! Sungguh jawaban yang cerdas. Harus aku akui bahwa ucapan Anda tadi menjadi cerminan bahwa Anda memiliki jiwa yang besar, Nona. Tapi ... sayang sekali, meskipun kau memiliki otak cerdas, dan jiwa yang besar, kau bukanlah tipeku jadi ....”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya. Saat Arya sedang memindahkan beberapa kotak berisi suku cadang impor, sebuah bayangan besar menjulang di belakangnya. “Hei, Menantu Sampah! Kerja itu pakai tenaga, bukan pakai melamun!” Itu adalah Reno, kepala mandor gudang. Pria bertubuh gempal dengan kumis tebal dan wajah berminyak itu adalah kaki tangan Kinanti dan Laras di tempat ini. Ia sangat menikmati kekuasannya untuk me
10851 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as kata-kata renungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status