Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maafkan Aku Salah Membencimu

Maafkan Aku Salah Membencimu

Jika ada yang mendengar hal itu, mungkin citra anggun mereka yang telah lama mereka bangun akan hancur seketika. "Berhentilah menyebut Ansen begitu. Ngomong-ngomong apa kamu tidak bosan menjadi manusia, tidak ingin menjadi kuda liar?," ucapnya membalas. "Barang mu akan karatan jika tak digunakan selama puluhan tahun." Jean langsung terdiam, Alena pun langsung tertawa lebih keras dan segera masuk ke ruangannya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

TIGAPULUH SATU : TIDAK BOLEH PERGI #CIPIKA-CIPIKI PENGARANG HAI GAIS SELAMAT MALAM SEPERTINYA KITA BUTUH VISUAL AGAM SAMA REKSA YA? ADA YANG MAU NYUMBANG AKTOR GANTENG BUAT MEREKA? SEBELUM KE INTI AKU MAU TAU DONG KESAN DAN PESAN KALIAN TENTANG CERITA INI. BOLEH YA ❤️
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Penyesalan Kakak Angkat

Penyesalan Kakak Angkat

ucapan Ansel menggantung di udara karena lidahnya terasa kelu saat akan mengatakan apa yang sejak tadi menari di benaknya. Arion cuma nyengir saat menyadari ekspresi terkejut calon kakak iparnya itu. "Baguslah kalau Kakak ipar sudah mengerti, lebih baik kalian makan duluan di bawah, aku dan Zayla masih capek habis--"
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Jika aku lemah, kuatkanlah aku Jika aku bersedih, tersenyumlah untukku Jika aku buta, tuntunlah dan terangilah jalanku Tapi Jika aku mati, janganlah menangis, bersedih ataupun kecewa karena aku tak akan mampu bangun untuk hapus air matamu Aku sejenak diam, lalu mendapat ide, ku kirimkan kata-kata itu ke beberapa teman termasuk Adit (Adit pengecualian, meskipun dia bukan teman) Orang pertama yang merespon smsku adalah Adit, layar hpku menyala dan tertulis 1 pesan baru, Adit, tak sabar aku membaca responnya, dan ini responnya yang membuatku setengah gila, hampir aku mengumpat di dalam kelas, yang sudah terisi oleh sebagian siswa lainnya. Jika kamu terjatuh akan ku tendang mukamu! Jika kamu lem
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Kata-kata hari ini "Tetaplah bersinar di tengah kegelapan. Dalam setiap perjuangan, ada cahaya harapan yang akan membawa kita menuju hari esok yang lebih cerah" Karakter lainnya akan menyusul di episode sampingan lain tunggu aja ya...!!! ...........................bersambung...............................
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa

kata Rena sambil membuka selimutnya " Aku mau bicara dama kamu" kata radit " Bicara apa kak" kata Radit " Ini lihat ini" kata Radit sambil memberikan sebuah kertas " Ini apa kak" tanya Rena " Baca saja" kata Radit yang dingin " Ah iya kak" kata Rena lalu membuka kertas tersebut sesaat membacanya matanya membulat " Jadi kamu mengerti kan" kata Radit menatap Rena tajam
9.580.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Sementara Renata tampak sama sekali tidak terganggu, langkahnya ringan dan percaya diri seperti biasa. Di dalam mobil, Adit kesulitan berkonsentrasi mengemudi. Pikirannya kacau balau. Antara rasa bersalah, kebingungan, dan sisa-sisa kenikmatan yang masih berbekas. Bagaimana ia bisa terjebak dalam situasi seperti ini? "Kau terlalu banyak berpikir," kata Renata tiba-tiba, memecah keheningan. "Aku bisa mendengar roda-roda di kepalamu berputar dari sini."
10595.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.9K kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Senyum perempuan itu langsung menghilang, berganti dengan tatapan penuh penghinaan dan meremehkan. “Kamu bilang apa?” “Tokoh-tokoh besar saja sudah bilang, semua manusia itu setara. Ini zaman baru, Mas.” “Kamu tentara, tapi kenapa masih punya pikiran kolot begitu?” “Kenapa? Kamu meremehkan orang desa?” Hati Baskara terguncang hebat. Dia buru-buru menggeleng.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku

Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku

“Pikirkanlah sayang. Jangan biarkan ketakutanmu terhadap masa lalu mendikte masa depanmu. Penyesalan adalah tamu yang paling sulit diusir. Aku tidak bisa lama menjagamu, tapi aku percaya pada Julian.” Deg! Saat Renata mengangkat wajahnya, pintu kamarnya sudah tertutup lagi. Ruth telah meninggalkannya sendiri dalam keheningan yang mencekam. Malam itu terasa sangat panjang, Renata tidak bisa tidur. Ia duduk di kursi dekat jendela sambil memeluk lututnya. Mendengarkan suara angin yang Meraung di luar. Dia mencoba menganalisis perasaannya secara logika seperti yang selalu ia lakukan. Tapi logikanya gagal, sepertinya kali ini setiap kali dia mencoba meyakinkan dirinya. Bahwa dia benci dengan Juli
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
SENTUHAN YANG SALAH

SENTUHAN YANG SALAH

Kainnya tipis, transparan di beberapa bagian, dan didesain bukan untuk bekerja, melainkan untuk dipajang. “Jangan ditarik terus, An. Nanti malah kelihatan aneh,” bisik Bulan yang berdiri di sampingnya. Nada suaranya datar, namun ada peringatan keras di sana. Anya menoleh, menatap sahabatnya itu dengan mata yang memohon pengertian. “Gue merasa telanjang, Bul. Ini kantor, bukan tempat tidur.”
10254 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai kata-kata renungan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status