DIKIRA MENANTU MISKIN
“Teman kamu katanya meninggal, San. Ibu kira, kamu pergi sama Alam. Pikiran Ibu jadi sedikit lega.”
Benar-benar tak habis pikir melihat kelakuan Ibu. Tidak ada sedih-sedihnya mendengar orang lain meninggal, apalagi Sania mengaku sebagai temannya, walaupun tidak tahu apa yang dibicarakannya benar apa tidak.
“A-apa? Meninggal, Bu?”
“Iya, Sania. Memangnya kenapa? Kok kamu kaya kaget gitu?”
“Lah, emangnya Ibu gak kaget mendengar orang meninggal?” tanyanya.