Petaka Mendua
kataku.
"Ah, benar juga, maafkan mas!" serunya.
"Tidak apa-apa," jawabku pelan.
"Ini untuk kamu!" ucapnya, sambil menyodorkan hadiah yang terbungkus kado.
"Apa ini?" tanyaku penasaran.
"Ini hadiah tujuh bulanan kamu, mas harap kamu mau menerimanya!" jawabnya ramah, seraya tersenyum manis.
"Manis!" ucapku pelan, sambil menatapnya, seakan terhipnotis.
Bab Populer