Hai Om, Aku Calon Istrimu!
“Sayang, Mama ngerti kamu mungkin kagum sama Kais. Dia pria yang baik, memang. Tapi kamu nggak bisa sembarangan ngomong hal kayak gitu di depan umum. Orang bisa salah paham.”
Aku menggembungkan pipi. “Tapi aku nggak main-main, Ma. Aku suka Om Kais. Sejak pertama kali dia datang ke cafe ini, tiap sore duduk di pojok jendela, pesen kopi susu tanpa gula, terus baca buku. Aku nggak cuma kagum. Aku jatuh cinta.”