Dicerai Suami, Dinikahi Majikan Tampan
Tetiba pandanganku tertuju pada satu titik, ada sebuah kebaya berwarna putih, telihaat sederhana namun tetap elegan, belahan dadanya tidak terlalu terbuka, tak seperti yang lain.
“Tuan, bagaimana kalau yang itu saja,” tunjukku. Tuan Putra mengikuti arah tunjukku.
“Kamu mau yang itu?”
Aku mengangguk.
“Ya sudah, Mbak, tolong ambilkan yang itu.”
“Baik, mari ikut saya mbak,” ujar sang pelayan toko. Aku mengikuti langkah pelayan iitu dan mencoba kebaya yang kupilih.