Dilamar Nenek-nenek
"Mas, akan sangat bahagia jika kamu berinisiatif lebih dulu untuk melamar."
"Hmm, nggak, deh. Nggak seru kalau cewek melamar duluan. Aku, kan, juga pengen dilamar dengan cara romantis. Diajak ke pantai sambil makan malam dengan penerangan lilin dan kembang api. Terus si cowok berlutut sambil menyodorkan cincin sama ceweknya. Duh, romantis banget, deh, lamaran kayak gitu." Venya tanpa sadar mengatakan impiannya yang selama ini belum pernah didengar oleh Cakra.
"Insya Allah, Mas, kabulkan," ucap Cakra spontan setelah mendengarkan impian Venya. "Ada lagi yang kamu impikan, Beb? Mas akan berusaha mewujudkan semuanya."
Hot Chapters