Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

ia memegangi bagian bawah lehernya. “Sebejat itukah dirinya ...?!” Dante mengeluh bergumam, ikut melihat bagian bawah leher Haydee yang ternyata terukir semacam lubang yang di dalamnya tampak kekosongan yang sulit dijelaskan.
10621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENJADI ISTRI KEDUA

TERPAKSA MENJADI ISTRI KEDUA

Talia melirik sang suami yang sepertinya tengah sibuk dengan pikirannya. "Sudah," jawabnya singkat. "Aduh duhhhh. Sakit," rintih talia sambil memindahkan kepala ke bantal. Menjauh dari bahu Hady. "Apa yang sakit?" "Leherku terasa tegang bila tiduran dibahumu," lirih Talia sambil menyentuh leher yang terasa sangat tegang. Lantas. Hady duduk dan memijat leher Talia dari mulai bahu, gerakannya sangat hati-hati dan penuh perasaan.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan Pak Dosen

Istri Simpanan Pak Dosen

Alana mendekatkan wajahnya ke cermin, lalu perlahan menurunkan sedikit kerah kemejanya untuk memeriksa bagian samping leher bagian bawah. Mata Alana seketika membelalak sempurna, dan jantungnya serasa berhenti berdetak seketika saat melihat pantulan di cermin. Di sana, tepat di atas tulang selangkanya yang sedikit tertutup kerah, terdapat dua bekas kemerahan yang teramat pekat dan jelas—tanda kepemilikan yang ditinggalkan Aksa dengan begitu berani semalam.
10680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Bocilnya Mas Duda

Bocilnya Mas Duda

Sambil menunggu air mendidih, aku duduk di kursi. Ku pijat pelan leherku, "Rasanya kenapa pegal? Apa salah bantal?" Karena tidak tahan, aku mencari salep pereda nyeri yang tersimpan di kotak obat. Segera ku bawa ke atas meja. Ku buka hijab instan yang masih kupakai agar mudah mengoleskan salep ke belakang leher.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Musuh Keluarga

Pelukan Hangat Musuh Keluarga

"Sudahlah, jangan diperpanjang lagi. Leherku jadi semakin sakit kalau harus menanggapi ucapanmu." Ken meletakkan telunjuknya dibawah dagu Alisia, lalu mendorongnya keatas. "Apa kondisimu bertambah parah? Coba ku lihat." Lelaki itu memperhatikan leher yang tadi tercium aroma manis saat hidungnya berada disana. Bisa dia lihat kalau bengkak pada bekas cengkeramannya tampak berkurang. Mungkin dikompres beberapa menit lagi akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. "Tetap kompres dulu untuk sementara. Sepertinya cara ini berhasil."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Sikut tangannya semakin menekan area lehernya. Bagaimana pria berwajah sangar itu bicara jika lehernya ditekan oleh sikut sekaligus sebuah belati kecil yang nyaris merobek tenggorokannya. Terlihat jakun naik turun mirip pompa piston.
10147.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Jodohku Dokter Galak

Jodohku Dokter Galak

"Ada otot sternocleidomastoid, di belakangnya ada ... " "Vena jugularis?" suara Valentina ikutan serak saat Raditya memberi kecupan dan gigitan kecil di sana. Hingga dia meremas erat kemeja yang masih dikenakan Raditya agar tungkainya tak serta merta luluh mendapat perlakuan panas seperti ini. Valentina merasa terjebak dalam permainannya sendiri dan kini tidak ada jalan keluar di mana Raditya mempersembahkan sesuatu yang tidak dapat didefinisikan.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Akibat Uji Nyali

Akibat Uji Nyali

Apalagi, saat laki-laki yang duduk di sampingnya tertawa tepat di samping telinganya. Seketika itu juga tubuh Farhan mengejang.Urat-urat lehernya sampai menyembul keluar. Juga terdengar bunyi keratan giginya terasa ngilu bagi siapapun yang mendengar. Tubuhnya rubuh ke samping. Dalam posisi ini, Farhan masih antara sadar dan tidak sadar.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Dosa yang Tak Termaafkan

Dosa yang Tak Termaafkan

“Kita putar balik aja Mas, enggak usah periksa, aku istirahat aja di rumah.” “Kamu itu kenapa sih? Dibaiki malah enggak mau! Lihat aja, bengkak di leher kamu setiap hari semakin besar aja, aku aja yang lihat ngeri, belum lagi ruam kamu, udah hampir seluruh badan, masa iya kamu enggak merasa risi!” Eiden tak menjawab sekarang rintihan itu bercampur isaknya yang memilukan.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai kedutan leher kanan samping
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status