Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius
"Benar. Kali ini, kita harus bekerja sama lebih baik. Kita harus memanfaatkan setiap kelemahan, dan yang terpenting, kita harus menggunakan kecerdasan kita untuk mencari cara melawan kekuatan yang tak terlihat ini."
Dia menarik napas panjang, memusatkan perhatian pada medan pertempuran. Meskipun makhluk itu tampak tak terhentikan, Rainer tahu bahwa setiap makhluk, tak peduli sekuat apapun, pasti memiliki titik lemah. Itu adalah tugasnya untuk menemukan titik itu dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Namun, saat dia hendak bergerak, pria bertopeng itu melangkah maju, tangan terangkat. "Cobalah, Rainer. Ini adalah akhir dari perjalananmu," katanya dengan nada yang sangat tenang.
Bab Populer