Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Pada hari ketiga dinas di luar provinsi, grup WhatsApp wali murid putraku yang sudah lama sepi tiba-tiba kedatangan seorang anggota baru. Saat aku mengeklik pesan suara yang dikirimnya, terdengar suara wanita yang asing dan manis. "Halo semuanya, saya guru bahasa Indonesia baru di sekolah ini, sekaligus ibunya Daniel. Mohon bimbingannya, semuanya!" Seluruh tubuhku kaku. Aku mengeklik daftar anggota grup dan membandingkannya berulang kali. Putraku bernama Daniel. Dia adalah ibu Daniel, lalu aku ini siapa? Aku segera menelepon suamiku, "Apa ada orang yang salah masuk ke grup wali murid anak kita?" Di ujung telepon, suaranya sempat terhenti sejenak, lalu dia tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. "Oh, mungkin salah masuk. Ada banyak anak di sekolah, nama yang sama itu wajar. Ada apa memangnya?" Aku menjawab tidak ada apa-apa sambil tersenyum. Namun, setelah menutup telepon, malam itu juga aku langsung memesan tiket pesawat dan terbang menuju sekolah putraku.
Baca
Tambahkan
Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi

Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi

Aku adalah seorang anak yang berasal dari kampung kumuh yang jatuh cinta pada Damon Vindaya, bos mafia yang paling ditakuti di Kota Yana. Selama lima tahun, aku adalah miliknya. Aku menahan sembilan peluru demi dia. Dia akan mencium bekas lukaku saat aku berdarah dan hampir mati untuknya, memelukku erat, dan mengalungkan kalung ratu di leherku. Kemudian, begitu aku pulih, dia akan meniduriku sampai aku kehilangan kesadaran, dengan gairah yang terasa seolah-olah tak akan pernah berakhir. Aku pikir kami akan menghabiskan hidup bersama. Aku pikir dia akan menikahiku. Namun, pada malam kebersamaan kami yang ke-999, dia mengatakan bahwa dia telah bertunangan dengan Bianca, seorang putri mafia dari keluarga rival. Aku menahan air mataku. Dia hanya mencengkeram daguku, mengembuskan asap rokok ke wajahku, lalu tertawa. "Kamu nggak benar-benar berpikir bisa menikah denganku, 'kan, Nora? Mari kita luruskan saja. Kamu itu cuma kuanggap sebagai alat pemuas nafsuku saja, bukan pasangan. Kamu adalah karya seni yang aku koleksi, hewan peliharaan yang aku miliki." Hewan peliharaan. Itu saja yang pernah dia inginkan dariku. Sebagai gantinya, aku pun mengambil ponsel sekali pakai dan mengirim pesan. [ Aku terima tawaranmu. Tiga hari. Keluarkan aku dari Kota Yana. ]
Cerita Pendek · Mafia
2.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Membalaskan Dendam Anakku

Membalaskan Dendam Anakku

Setelah enam tahun menikah dengan Farel, aku akhirnya hamil anaknya. Namun, dokter tampak sangat terkejut setelah mendengar nama Farel Merza. "Nyonya Keluarga Merza sudah melahirkan seorang putra di rumah sakit kami dua tahun lalu. Saya ingat dengan jelas, beliau adalah seorang artis terkenal dan sangat serasi dengan Pak Farel." Aku tidak percaya dan segera berkata, "Apa yang kamu katakan? Kami sudah menikah secara resmi dan punya akta nikah!" "Nggak mungkin saya salah. Pak Farel adalah sosok terhormat dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan istrinya. Beliau selalu menemani beliau dalam semua acara ...." Perawat di samping ngobrol, "Sekarang ada aja orang di dunia ini. Bahkan berani sebut sebagai istri Pak Farel. Nggak takut diusir dari kota ini ya?" Aku meninggalkan rumah sakit dengan sedikit harapan. Namun, aku benar-benar hancur ketika pengacara memberitahuku bahwa akta nikahku adalah palsu. Mataku berkunang-kunang. Aku tidak bisa lagi mendengar suara di sekitarku. Aku akhirnya mengerti. Dia tidak pernah menjadi suamiku, dia juga sama sekali tidak mengharapkan anak di dalam perutku. Aku menghubungi nomor telepon rumahku. Aku bersumpah akan membuat pembohong tak berperasaan ini masuk ke neraka!
Baca
Tambahkan
Ambisi Ibu Tiri

Ambisi Ibu Tiri

Saat pertama kali Ibu Tiri memasuki rumah kami, aku juga menerima uang bulanan yang dikirim ayahku di kampus. Tak disangka, pertemuan pertama kami berubah menjadi mimpi buruk. Di depan seluruh mahasiswa dan dosen, dia menarik rambutku dengan kasar dan memukulku tanpa ampun. "Dasar perempuan nggak tahu malu! Masih muda, mau saja jadi simpanan orang, bahkan berani menggoda pria beristri!" Aku terdiam tanpa bisa membela diri, sementara orang-orang di sekitar menatapku dengan penuh hina. Tidak ada satu pun yang membantuku. Aku dipukuli sampai harus dirawat di rumah sakit, barulah Ibu Tiri tahu siapa aku sebenarnya. Namun, dia tetap tidak peduli, malah berkata, "Aku adalah wanita yang paling dicintai ayahmu, dan mulai sekarang aku adalah ibumu. Ibu memukul anaknya itu hal yang wajar." Dia tidak tahu bahwa cinta sejati ayah sepanjang hidupnya hanyalah ibuku. Ayah menikah lagi hanya karena takut aku merasa kesepian setelah ibu meninggal, dan menggunakan alasan itu untuk mencari pengasuh bagiku.
Baca
Tambahkan
Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang baru aku nikahi ingin menghabisi nyawaku. Saat ini, dia sedang memegang pisau dan memojokkan aku di balkon. Senjata tajam itu menusuk jantungku, lalu dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya. Dia berkata, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."
Baca
Tambahkan
Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Pada hari Rina Januar pulang negeri, Galih Gunawan tidak pulang semalaman. Keesokan harinya, aku melihat unggahan foto di instagram Rina. Itu foto dua tangan yang saling menggenggam dan wajah polos Galih yang sedang tidur. Ketika pulang, Galih melemparkan surat cerai kepadaku dan memintaku untuk menyerahkan posisiku sebagai Nyonya Gunawan. Katanya, "Posisi ini memang seharusnya milik Rina. Sekarang dia sudah pulang, waktunya kamu meminggir!" Tidak apa-apa, toh sisa hidupku tidak lama lagi. Siapa pun yang mau posisi Nyonya Gunawan, ambil saja! Kemudian, aku pun meninggal. Galih menangis di depan makamku dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain lagi!
Cerita Pendek · Romansa
21.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kirana, Cinta Sejatiku

Kirana, Cinta Sejatiku

Ada pertanyaan di forum, "Bagaimana rasannya menikah dengan orang yang nggak kita cintai?" Suamiku menjawab, "Berhubungan seks dengannya seperti rutinitas dan setiap hari rasanya hanya ingin bercerai." Wanita yang menempati hati Sendra Wijayanto, Kirana Larasati, sudah kembali dari luar negeri. Keduanya beradu adegan panas di tempat tidur. Kirana bersikap sok di depanku dan ingin aku mundur. Aku melemparkan surat cerai dengan dingin ke arahnya. "Kalau bisa, buat dia menandatangani surat cerai ini. Kalau nggak, aku hanya akan meremehkanmu."
Baca
Tambahkan
Dinikahi Milyarder, Diganggu Mantan Suami

Dinikahi Milyarder, Diganggu Mantan Suami

"Hanya karena istri saya kebetulan ketemu kamu sekarang di sini, terus kamu tuduh stalker?" "Kalau kamu memang suaminya sekarang, harusnya kamu tahu kalau Vena ini masih tergila-gila sama saya, mantan suaminya.“ * * Sejak dicerai enam bulan silam, Vena kini sudah menikah lagi dengan pria kaya raya bernama Mario Winata. Hidupnya menjadi rumit usai bertemu lagi dengan sang mantan suami, Daniel, di sebuah hotel. Vena teringat lagi akan sakitnya diselingkuhi, diabaikan, dan tak dipedulikan hanya karena tak memberikan anak laki-laki. Meskipun demikian, dia berusaha meraih kepercayaan diri kembali. Dia sudah punya hidup baru, tak mau dihina dan disudutkan terus oleh keluarga mantan suaminya. Akan tetapi, bisakah dia lepas dari jeratan keluarga toxic mantan suami yang terus mengganggu? ***
Romansa
3.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
7.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Terapis Pembawa Petaka

Terapis Pembawa Petaka

Ketika suamiku datang ke tempat pemulihan pasca persalinan untuk menemaniku, terapis pasca persalinan yang selalu tidak banyak bicara tiba-tiba menjadi antusias dan bersemangat. Awalnya, dia memuji suamiku yang tinggi dan tampan. Dia masih muda, tetapi sudah menjadi manajer umum perusahaan. Kemudian, dia berasumsi bahwa aku bisa menikah dengan orang kaya dengan mengandalkan operasi plastik yang aku lakukan. Ketika dia melakukan pijat laktasi kepadaku, dia juga menasihatiku bahwa aku tidak bisa memberikan asi kepada anakku karena aku menggunakan implan di payudara, karena itu tidak baik untuk bayi. Aku terlalu malas untuk meladeninya, jadi berdiskusi dengan suamiku tentang nama anak kami nanti. Suamiku mengatakan bahwa ini adalah anak pertama kami, jadi dia harus memikirkannya dengan baik. Namun, terapis pasca persalinan berseru, "Ah, Kak, bukankah sebelum ini kamu sudah pernah melahirkan?"
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3637383940
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status