ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
sahut Anita
Sekitar dua puluh menit, wanita yang ditunggu datang, Amanda memasuki ruang keluarga, di sana sudah terlihat Wijaya, yang memasakan untuk duduk di sofa walau tubuhnya lemah, Anita duduk disebelah suaminya, sedangkan Zahira duduk di sofa terpisah.
“Ada apa ini, ada rapat keluarga, pembagian warisan ‘kah,”Amanda berucap sambil terkekeh.
“Ini bukan waktunya bercanda, duduklah, ada hal penting yang akan Ayahmu bicarakan,”suruh Anita pada Amanda.
Lalu dengan memutar bola matanya, akhirnya Amanda duduk, sambil ekor matanya melirik ke arah Zahira.
“Amanda, apa kamu bersedia meneruskan usaha Ayah?”tanya Wijaya,