Candu Dekapan Kakak Ipar
Ia melangkah masuk tanpa dipersilakan, meletakkan tas mahalnya ke atas ranjang Sekar dengan gerakan kasar.
Pelupuk matanya sudah basah, hanya tinggal menunggu detik ketika air itu tumpah.
“Anak Mami, dia usir aku hari ini,” bisiknya bergetar.
Sekar mengernyit, langsung mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. “Diusir gimana maksud kamu?”
“Diusir, Mi! Dari rumah ini!” suara Inggrit meninggi, penuh kepanikan. “Mas Radja minta aku kemasin barang-barang. Dia bilang mau anter aku pulang ke rumah orang tua aku!”